Diduga PT Serikat Putra Rusak DAS Sungai Air Terjun dan Sungai Kerumutan: Yayasan YPPLHI Minta Polres Pelalawan Segera Usut
PELALAWAN – Dugaan kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Air Terjun dan Sungai Kerumutan kembali menjadi sorotan Yayasan Peduli dan Penyelamatan Lingkungan Hidup Indonesia. Aktivitas perusahaan yang disebut-sebut milik PT Serikat Putra yang merupakan anak perusahaan dari PT Salim Ivomas Pratama diduga telah menyebabkan kerusakan DAS di wilayah Sungai Air aterjun dan Sungai Kerumutan di Desa Air Terjun dan desa Kerumutan Kecamatan Kerumutan Kabupaten Pelalawan.
Ketua YPPLHI Suswanto, S, Sos meminta aparat penegak hukum, khususnya Polres Pelalawan, segera turun tangan melakukan penyelidikan atas dugaan kerusakan DAS yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
Bahkan, Suswanto menyebut ekosistem sungai mengalami kerusakan yang berdampak terhadap kehidupan warga sekitar yang selama ini menggantungkan kebutuhan air dan mata pencarian dari aliran sungai tersebut.
“Kerusakan sungai ini harus segera diusut. Kami meminta Polres Pelalawan dan instansi terkait turun langsung ke lapangan untuk memeriksa aktivitas perusahaan,” ujar Suswanto kepada wartawan, Minggu (14/06/2026).
Suswanto berharap aparat tidak hanya melakukan pengecekan administratif, namun juga langsung melakukan investigasi dan pengecekan ke DAS Sungai Air Terjun dan Sungai Kerumutan.
Selain itu, Suswanto meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan bersam melakukan audit lingkungan secara menyeluruh terhadap aktivitas perusahaan yang diduga menjadi penyebab kerusakan lingkungan tersebut.
“Kalau memang terbukti PT Serikat Putra merusak lingkungan, atau DAS Sungai Air Terjun dan Sungai Kerumutan harus ada tindakan tegas sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegas Suswanto
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Serikat Putra atas dugaan kerusakan DAS Sungai Kerumutan dan Sungai Air Terjun tersebut. Sementara itu, Suswanto berharap proses penanganan dilakukan secara transparan agar kerusakan lingkungan tidak semakin meluas.
(Redaksi)






