Asuransi PT Axa Mandiri Finansial Sengsarakan Nasabah-nasabah, Bentuk Kolonialisme Perbankan

Suarafaktual.com // Kotapinang

Sungguh diluar dugaan, Asuransi Mandiri Proteksi Penyakit Tropis berikan pelayanan memilukan bagi nasabah Axa Mandiri. Pasalnya Edi Sahputra (lk/43 tahun) nasabah warga Kotapinang terjerat dengan pelayan berkedok asuransi yang diberikan Bank Mandiri melalui asuransi Axa Mandiri sejak tahun 2019.

“Kartu kredit Mandiri dan asuransi Axa Mandiri ini yang mengganjal penambahan permodalan usaha saya dan istri saya, saat saya ajukan pinjaman ke Bank lain”.ujar Edi Sahputra, Kamis (7/11/2024) saat ditemui awak media di kediamannya di Kotapinang.

“Bersihkan dulu tunggakan bapak ibu di Bank Mandiri” inilah ucapan saat kami ajukan pinjaman ke Bank lain. Bentuk rasa kesal saya lagi yang tak dipenuhi pihak Bank Mandiri, sudah berbulan-bulan saya minta pengajuan secara tatap muka pada Bank Mandiri agar menutup Asuransi Axa Mandiri dan bersihkan nama saya dari kartu Kredit Mandiri, tak dipenuhi pihak Bank Mandiri sampai sekarang”.ujar Edi geram.

“Inilah yang namanya pelayanan prima dari pihak Bank Mandiri kepada masyarakat, dengan motto Mandiri “Terdepan, Terpercaya. Tumbuh bersama Anda, omong kosong semuanya”.kesal Edi.

Tim media saat meminta kejelasan ke pihak perwakilan asuransi axa Bank Mandiri cabang Kotapinang, ibu Sela perwakilan Axa Mandiri tidak bisa mengambil keputusan, beliau hanya bisa bantu call center aja ke pusat dijakarta, itu aja kata wanita tersebut di ruangan Bank Mandiri.
“Saya hanya bisa bantu call center di 14000 aja pak, nasabah bersangkutan harus hadir di Bank Mandiri” ucapnya.

Yang sebelumnya nasabah sudah pernah hadir dihadapan beliau (ibu Sela_red) namun hasilnya tetap, nama nasabah masih melekat di Asuransi Axa Mandiri dan Kartu Kredit Mandiri tersebut, padahal nasabah sudah berkomunikasi melalui call center Mandiri pusat tetap pihak mandiri mengulur-ulur dengan penerima call center bernama Hasrun, Milka dan Shela tersebut.

Candra, keluarga dari nasabah menjelaskan.
“Diduga inilah jaringan kotor marketing Bank Mandiri, melalui asuransi axa masuk ke Mandiri kartu kredit signature, yang katanya sebuah kebanggaan dari Mandiri bisa mempersembahkan keistimewaan baru dalam keseharian nasabah, omong kosong semuanya”.umpat Candra.

“Sebelumnya ditanggal 28 Agustus 2024 kami dari keluarga sudah datang ke Bank Mandiri Kotapinang, memohon dan meminta agar asuransi Axa Mandiri serta kartu kredit Mandiri Visa signature diputuskan dan nama nasabah yang tercantum dibersihkan, pihak Bank sudah ok saat itu”.sambung Candra.

“Di tanggal 05 November 2024 kami kembali datang mempertanyakan mengapa nama nasabah masih aktif dan membuat kami terpukul dan rugi besar dari kelalaian pihak Axa Bank Mandiri.Yang tidak bisa memberi hak dari nasabah yang telah berulang-ulang, meminta agar tidak lagi menjadi nasabah asuransi Axa Mandiri serta kartu
kredit Mandiri Visa signature”.geram Candra.

“Diduga keprofesionalan kinerja Bank Mandiri perlu dipertanyakkan, pihak Mandiri hanya mampu merayu nasabah melalui seluler maupun tatap muka, setelah masuk dalam perangkap asuransi Axa Mandiri diteruskan ke Kartu Kredit Mandiri Signature, setelah itu mereka menjalankan aksi berikut dengan bentuk denda yang tak masuk akal.

Ketidak masuk akalan yang kita tangkap, dengan kartu kredit yang masih lengket di lembaran berkas Mandiri yang diposkan ke tempat usaha dan tidak pernah digunakan terkena denda pada nasabah sampai jutaan rupiah. Saya keluarga nasabah yang merasa tertipu, meminta kepada pihak Axa asuransi Mandiri dan kartu Kredit Mandiri agar membersihkan atas nama Edi Sahputra dari Bank Mandiri, itu aja dan setelah bersih kami tidak mau lagi berurusan dengan pihak Bank Mandiri”.pungkas Candra dengan wajah memerah menahan amarah.

(M.Y.K.Simanjuntak)