Diduga Punya Bekingan Kuat, Gelper Aleksis dan Stella Kembali Buka. Kapolsek Batu Aji dan Sagulung Tutup Mata

 

BATAM, Suarafaktual.com – Belum genap sebulan pasca penggerebekan besar-besaran Gelper dan Kasino Nagoya Game Zone oleh Bareskrim Mabes Polri, usaha perjudian dengan jenis yang sama kembali beroperasi di Batam. Dua lokasi yang kini ramai diperbincangkan adalah Gelper Stella di Komplek Mitra Mall Batu Aji dan Gelper Aleksis di Top 100 Tembesi di Sagulung.

Penggerebekan Nagoya Game Zone pada 15 Agustus 2026 lalu dipimpin langsung Wakabareskrim Polri Irjen Pol. Nunung Syaifuddin.

Dalam operasi itu, polisi mengamankan 197 orang termasuk Akau selaku pemilik, serta uang tunai senilai Rp7,79 miliar. Puluhan perempuan yang terlibat dalam kasus tersebut baru dipindahkan dari Rutan Polresta Barelang ke Lapas Perempuan Kelas IIB Batam pada Rabu, 9 September 2026.

Namun proses hukumnya belum masuk persidangan. Di tengah proses itu, sejumlah Gelper justru kembali buka.

Beroperasi Lagi di Dua Wilayah Hukum

Berdasarkan pantauan di lapangan, Gelper Stella di Komplek Perbelanjaan Mitra Mall, wilayah hukum Polsek Batu Aji, sudah beroperasi sekitar dua minggu pasca penggerebekan. Jam operasionalnya disebut 24 jam.

” Kami buka 24 jam bang, ” kata salah seorang petugas yang mengaku sebagai wasit di lokasi tersebut.

Hal serupa terjadi di Gelper Aleksis yang berada di Pusat Perbelanjaan Top 100 Tembesi, wilayah hukum Polsek Sagulung. Lokasi ini juga langsung beroperasi tidak lama setelah Nagoya Game Zone digerebek.

Tidak hanya di pusat perbelanjaan. Beberapa Gelper skala kecil di wilayah pemukiman warga di Batu Aji dan Sagulung yang disebut-sebut milik oknum berinisial Eko, juga terpantau sudah kembali beroperasi.

Kapolsek Dikonfirmasi, Belum Ada Jawaban

Upaya konfirmasi kepada Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul Afkar, S.H., M.H., belum mendapat tanggapan. Sementara Kapolsek Batu Aji belum dikonfirmasi hingga berita ini dimuat.

Konfirmasi juga belum disampaikan ke Kapolresta Barelang Kombes Pol. Anggoro Wicaksono dan Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik. Sebab, setelah penggerebekan Mabes Polri di Nagoya Game Zone, seluruh Gelper di Batam sempat tutup serentak. Termasuk lokasi-lokasi yang sebelumnya disebut “tidak ditemukan indikasi perjudian” saat didatangi anggota Polda Kepri.

“Ini Cuma Tes Ombak”

Seorang warga yang tidak bersedia disebutkan namanya menilai, sulitnya pemberantasan Gelper di Batam diduga karena ada kepentingan besar di baliknya.

“Perjudian di Batam memang sepertinya sulit diberantas. Kuat dugaan jaringan Gelper di Batam sudah menjadi income bagi banyak pihak terkait,” ujarnya, Rabu 9/9/2026.

Menurutnya, pembukaan kembali Gelper Stella dan Aleksis saat ini seperti “tes ombak”.

“Beberapa Gelper yang sudah beroperasi sekarang itu hanya seperti tes ombak. Kalau bisa berjalan aman dan kondusif, Gelper lainnya pasti akan nyusul buka,” katanya.

Ia juga pesimis aparat di tingkat daerah mampu menuntaskan persoalan ini.

“Menurut perhatian saya, perjudian Gelper di Batam hanya dapat benar-benar dituntaskan oleh Mabes Polri. Karena untuk kepolisian di Kepri kita sangat pesimis untuk dapat menghentikannya,” ucapnya.

Tunggu Langkah Hukum Selanjutnya

Kasus Nagoya Game Zone sendiri masih dalam proses penyidikan Bareskrim. Sementara itu, beroperasinya kembali Gelper di Batu Aji dan Sagulung menjadi sorotan karena terjadi di dua wilayah hukum yang sama-sama belum memberikan penjelasan resmi.

Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Polresta Barelang maupun Polda Kepri terkait dibukanya kembali usaha Gelper pasca penggerebekan.(red)