Jurnalis Labusel Gelar Aksi Solidaritas Tolak Intimidasi Dan Kekerasan Terhadap Wartawan , DPC PJS: Pers Harus Dilindungi!

Suarafaktual.com // Labuhanbatu Selatan

Puluhan jurnalis dari berbagai organisasi pers di Kabupaten Labuhanbatu Selatan menggelar aksi solidaritas damai pada Senin, (28/7/2025).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap segala bentuk intimidasi dan kekerasan terhadap wartawan yang belakangan ini kembali mencuat.

Mereka berasal dari organisasi Pro Jurnalismedia Siber (PJS), Ikatan Wartawan Online (IWO), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Aliansi Wartawan Nasional Indonesia (AWNI), dan Aliansi Komunikasi Wartawan (ALKOWAR). Aksi dimulai dengan long march dari kawasan SBBK Kotapinang menuju Bundaran Simpang Tiga Bukit, Kota Pinang.

Dalam aksi itu, para jurnalis membawa spanduk bertuliskan “STOP Intimidasi dan Kekerasan terhadap Jurnalis” dan memasangnya di beberapa titik strategis, termasuk Bundaran Simpang Tiga Bukit serta di tiga kecamatan lainnya sebagai simbol perlawanan terhadap tekanan yang kerap dialami para pewarta di lapangan.

Aksi ini menjadi wujud nyata solidaritas dan kebersamaan jurnalis di Kabupaten Labuhanbatu Selatan dalam memperjuangkan kebebasan pers dan keselamatan kerja. Mereka menegaskan bahwa profesi wartawan adalah bagian penting dari demokrasi yang wajib dihormati dan dijamin keamanannya.

Perwakilan dari DPC PJS Labuhanbatu Raya, M.Y.K. Simanjuntak, dalam orasinya menyampaikan kecaman keras terhadap segala bentuk ancaman yang ditujukan kepada wartawan.

“Kami mewakili DPC PJS Labuhanbatu Raya mengecam keras dan menolak segala bentuk intimidasi, ancaman, maupun kekerasan yang dialami oleh rekan-rekan jurnalis. Pers adalah pilar keempat demokrasi yang harus dihormati dan dilindungi,” tegas wartawan yang akrab di sapa Pak Juntak tersebut.

Ia juga berharap agar aksi ini menjadi alarm bagi para pemangku kebijakan, termasuk Aparat Penegak Hukum dan Pemerintah Daerah, untuk lebih peduli terhadap perlindungan profesi wartawan.

“Kami berharap dengan aksi ini, pihak-pihak yang berkepentingan dapat memahaminya dan jurnalis, khususnya di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, dapat bekerja dengan aman dan nyaman untuk menyampaikan berita,” ujarnya.

Aksi ini berlangsung tertib dan damai, dengan harapan besar bahwa kebebasan pers di Labusel dapat terus ditegakkan tanpa ada lagi tekanan atau kekerasan terhadap para pewarta.

(M.Y.K.Simanjuntak)