Hardiknas 2026 di Labusel, Panggung Seremoni Ditengah Dunia Pendidikan Yang Carut Marut

Suarafaktual.com // Labuhanbatu Selatan

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 di Kabupaten Labuhanbatu Selatan yang digelar pada Senin (4/5/2026) di Lapangan SBBK Kotapinang menuai sorotan. Kegiatan yang seharusnya menjadi momentum refleksi dunia pendidikan justru dinilai hanya sebatas seremoni tanpa arah dan solusi nyata.

Upacara berlangsung khidmat dengan rangkaian kegiatan formal seperti biasa. Namun di balik itu, realitas pendidikan di daerah ini masih jauh dari kata layak. Banyak sekolah yang kondisi ruang kelasnya memprihatinkan—atap bocor, dinding retak, hingga fasilitas belajar yang minim—seakan luput dari perhatian.

Tak hanya soal infrastruktur, persoalan kualitas tenaga pendidik juga menjadi catatan serius. Masih ditemukan oknum guru yang menjalankan tugas sekadar menggugurkan kewajiban, tanpa dedikasi dan tanggung jawab moral sebagai pendidik. Kondisi ini dinilai berkontribusi terhadap stagnasi kualitas pendidikan di Labuhanbatu Selatan.

Ironisnya, berbagai proyek pembangunan di bawah Dinas Pendidikan juga disebut-sebut mangkrak dan tidak terselesaikan hingga memasuki tahun anggaran baru. Situasi ini memunculkan pertanyaan besar terkait perencanaan, pengawasan, hingga komitmen pemerintah daerah dalam membenahi sektor pendidikan.

Hardiknas yang seharusnya menjadi titik evaluasi justru terkesan menjadi panggung formalitas tahunan. Sementara itu, persoalan mendasar seperti pemerataan kualitas pendidikan, perbaikan infrastruktur, dan peningkatan kompetensi guru belum menunjukkan perubahan signifikan.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka peringatan Hardiknas di Labuhanbatu Selatan hanya akan menjadi rutinitas tanpa makna—sekadar seremoni yang jauh dari substansi, di tengah dunia pendidikan yang masih membutuhkan perhatian serius dan langkah konkret.

(SM17)