Seminar Project Kekekalan (PJK) “Who Am I?” di GEPKIN Kasih Perawang: Membangun Kesadaran Rohani dan Identitas Kristen

Perawang || suarafaktual.com
29 Maret 2025 – Gereja Pantekosta Kudus Indonesia (GEPKIN) Kasih Perawang kembali menyelenggarakan Seminar Project Kekekalan (PJK) dengan tema “Who Am I?”, sebuah forum rohani yang bertujuan membangun kesadaran iman dan identitas spiritual di hadapan Tuhan. Seminar ini dihadiri oleh jemaat dari berbagai kalangan, baik pemuda maupun orang tua, yang memiliki kerinduan untuk memperdalam pemahaman mereka tentang panggilan hidup sebagai umat percaya.

Hadir sebagai narasumber Pdt. Dr. C. Samuel Pasaribu, S.Th., S.Pd., M.Pd., seorang teolog dan pendidik yang telah banyak berkontribusi dalam pembinaan rohani di Indonesia. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa pemahaman akan identitas rohani merupakan aspek fundamental dalam kehidupan iman Kristen. Manusia, dalam perspektif teologis, diibaratkan seperti rumput yang tidak dapat bertahan tanpa air dan cahaya matahari (Mazmur 103:15-16). Demikian pula, manusia tidak dapat menjalani kehidupan yang bermakna tanpa relasi yang erat dengan Tuhan, Sang Sumber Kehidupan.

Seminar ini juga menyoroti bagaimana setiap individu dapat hidup dalam perkenanan Tuhan. Pelayanan kepada Tuhan bukan sekadar kewajiban atau rutinitas keagamaan, melainkan harus dilakukan dengan kesungguhan hati dan kasih yang tulus. Dalam konteks ini, Matius 22:37 menegaskan, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” Kasih yang sejati kepada Tuhan akan membawa transformasi nyata dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam sikap, tindakan, maupun dalam cara seseorang melayani dan berinteraksi dengan sesama.

Pdt. Dr. C. Samuel Pasaribu juga mengajak para peserta untuk memahami bahwa kehidupan Kristen bukan hanya tentang keberadaan di dalam gereja, tetapi tentang bagaimana setiap individu hidup dalam ketaatan kepada firman Tuhan. Efesus 5:8 menegaskan bahwa orang percaya dahulu berada dalam kegelapan, tetapi kini telah menjadi terang di dalam Tuhan dan harus hidup sebagai anak-anak terang. Oleh karena itu, seminar ini menekankan pentingnya menjalani kehidupan yang mencerminkan nilai-nilai Kristiani dengan kesadaran penuh akan identitas sebagai anak-anak Allah.

Acara ini menjadi momen reflektif bagi para peserta untuk merenungkan kembali jati diri mereka sebagai umat Tuhan. Pemahaman tentang identitas dalam Kristus bukan hanya sebatas teori, tetapi harus dihidupi dalam keseharian. 2 Korintus 5:17 menegaskan bahwa “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Dengan demikian, setiap orang percaya dipanggil untuk meninggalkan kehidupan lama yang tidak berkenan kepada Tuhan dan bertransformasi menjadi pribadi yang hidup dalam kebenaran-Nya.

Melalui seminar ini, diharapkan setiap peserta semakin menyadari urgensi memiliki hubungan yang mendalam dengan Tuhan serta menjalani kehidupan rohani yang lebih bermakna. Pemuda, pemudi, serta para orang tua diingatkan kembali bahwa Tuhan bukan sekadar bagian dari kehidupan mereka, tetapi harus menjadi pusat dari segala aspek kehidupan. Hanya dengan hidup berlandaskan kehendak Tuhan, seseorang dapat menemukan tujuan sejati dan hidup dalam penggenapan rencana ilahi.

Dengan menghadirkan perspektif teologis yang mendalam, Seminar PJK – Who Am I? di GEPKIN Kasih Perawang menjadi pengingat bahwa identitas sejati manusia hanya dapat ditemukan dalam hubungan yang erat dengan Tuhan. Sebab pada akhirnya, seperti yang dinyatakan dalam Kolose 3:3, “Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.”

(Samue Gea)