FGD Komunikasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Digelar di Labuhanbatu, Jasa Raharja Tekankan Pentingnya Sinergi Tekan Angka Kecelakaan

Suarafaktual.com // Labuhanbatu

Forum Group Discussion (FGD) Komunikasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan digelar di Kantor Samsat Rantauprapat, Jalan Gose Gautama, Kelurahan Ujung Bandar, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, Rabu (10/8/2025).

Kegiatan ini dihadiri berbagai instansi terkait, antara lain dari Sat Lantas Polres Labuhanbatu, IPTU David H.M.M. Sianipar, S.H., (Kanit Gakkum Satlantas Lantas), Kepala PT Jasa Raharja Labuhanbatu, Septian Jonathan Siregar, S.Sos., M.A.P., Dinas Perhubungan, Muhammad Ramadan, Dinas Pekerjaan Umum, Rahmad Parlindungan, Dinas Kesehatan, Rahmi Susilawati R, S.K.M., M.K.M., Bappeda, Muhammad Yusuf Harahap, S.E., M.M., Samsat Labuhanbatu, Othman Hadianto, S.Sos., serta perwakilan Rumah Sakit di Labuhanbatu, Khairani Siregar (RSU Al Aziz), Dr Luhfy Indra Jaya S (Direktur RSU Hartati), Parlindungan (RSUD Rantau Prapat).

Kepala PT Jasa Raharja Labuhanbatu, Septian Jonathan Siregar, S.Sos., M.A.P., yang membuka langsung kegiatan tersebut menyampaikan bahwa angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Labuhanbatu masih perlu mendapat perhatian serius. Menurutnya, Jasa Raharja tidak hanya berperan dalam memberikan santunan kepada korban kecelakaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya tertib berlalu lintas.

“PT Jasa Raharja berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pihak kepolisian, pemerintah daerah, serta stakeholder lainnya dalam menekan angka kecelakaan. Upaya pencegahan harus menjadi prioritas bersama agar tidak semakin banyak korban yang jatuh akibat kelalaian di jalan raya,” ujar Septian Jonathan.

Selain pemaparan dari PT Jasa Raharja, Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Labuhanbatu, IPTU David H.M.M. Sianipar, S.H., juga menyampaikan data perbandingan jumlah kecelakaan lalu lintas tahun 2024–2025 beserta langkah-langkah kepolisian dalam menekan angka kecelakaan, seperti penyuluhan di sekolah, sosialisasi di loket-loket angkutan, dan pemasangan spanduk di titik rawan kecelakaan.

Perwakilan dari Dinas PU, Rahmad Parlindungan, menekankan pentingnya perbaikan jalan rusak untuk mengurangi risiko kecelakaan fatal. Sementara itu, Bappeda melalui Muhammad Yusuf Harahap, S.E., M.M., mengusulkan penambahan rambu lalu lintas, traffic light, serta penetapan zona aman di area sekolah dan perkantoran.

Sebagai tindak lanjut, forum merekomendasikan agar FGD berikutnya turut melibatkan Dinas PU Provinsi dan Dinas Pendidikan guna memperkuat koordinasi dalam penyediaan sarana prasarana jalan dan program penyuluhan berlalu lintas di sekolah-sekolah.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar.

(M.Y.K.Simanjuntak)