Bangunan Sekolah Mangkrak, Dinas Pendidikan Labusel Bungkam dan Lempar Tanggung Jawab
Suarafaktual.com // Labuhanbatu Selatan
Sejumlah bangunan sekolah di Kabupaten Labuhanbatu Selatan diduga mangkrak dan gagal dalam pelaksanaannya. Ironisnya, hingga memasuki tahun 2026, proyek-proyek yang dianggarkan pada Tahun Anggaran 2025 tersebut belum juga rampung, bahkan beberapa di antaranya baru sebatas pengerjaan pondasi awal.
Hasil penelusuran tim awak media ke beberapa sekolah menemukan fakta bahwa bangunan yang seharusnya telah selesai sesuai masa kontrak justru terbengkalai. Kondisi ini memunculkan dugaan kuat adanya persoalan serius dalam perencanaan maupun pelaksanaan proyek pembangunan sekolah tersebut.
Saat dikonfirmasi terkait mangkraknya bangunan sekolah itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Selatan terkesan enggan memberikan penjelasan. Sekretaris Dinas Pendidikan Labusel bahkan tidak mampu menjawab substansi persoalan dan memilih melempar tanggung jawab kepada pihak lain.
“Coba bapak konfirmasi ke Kadis dan PPK-nya, karena mereka yang lebih tahu permasalahan tersebut,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Labuhanbatu Selatan kepada awak media.
Pernyataan tersebut justru menimbulkan tanda tanya besar, mengingat Sekretaris Dinas merupakan bagian dari struktur pimpinan yang seharusnya mengetahui dan mengawasi jalannya program strategis, termasuk pembangunan fasilitas pendidikan.
Lebih lanjut, Sekretaris Dinas Pendidikan mengakui bahwa seluruh kegiatan yang dianggarkan pada Tahun 2025 seharusnya telah rampung pada akhir tahun anggaran. Bahkan, batas akhir penyelesaian proyek disebut paling lambat pada 30 Desember 2025.
“Seharusnya memang proyek bangunan ataupun pengadaan itu selesai di akhir tahun, supaya bisa dilakukan pencairan anggarannya ke bagian keuangan,” tambahnya.
Fakta mangkraknya bangunan sekolah ini tidak hanya berpotensi merugikan keuangan daerah, tetapi juga berdampak langsung terhadap dunia pendidikan dan hak siswa untuk mendapatkan sarana belajar yang layak. Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Pendidikan Labuhanbatu Selatan maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) belum memberikan keterangan resmi terkait persoalan tersebut.
Awak media akan terus berupaya melakukan konfirmasi lanjutan demi memastikan kejelasan penggunaan anggaran dan pertanggungjawaban atas proyek pembangunan sekolah yang diduga bermasalah ini.
(M.Y.K.S/Tim)






