banner 728x250
Hukum  

4 Tahun SHM Tak Kunjung Selesai , Notaris dan Bank Diduga Tipu Nasabah . Terancam Akan Dipolisikan 

banner 120x600
banner 468x60

Rohil  –  Suarafaktual.com
Seorang Notaris Pejabat Pembuat Akta Tanah ( PPAT ) berinisial DRR.Siahaan SH M.Kn  yang berkantor di Bagan Batu Kecamatan Bagan Sinembah Kabupaten Rokan Hilir,  Propinsi Riau, diduga telah  melakukan penipuan terhadap salah seorang nasabah Bank Pemerintah di Kepenghuluan Ujung Tanjung Kabupaten Rokan Hilir Riau.

Kejadian ini bermula saat  Nasabah bernama Rahmat Wahyudi warga Manggala Jhonson Kecamatan Tanah Putih, pada tahun 2018 lalu, mengajukan permohonan pinjaman modal usaha sebesar Rp 250.000.000,-  Juta Rupiah  ke Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank BRI yang berada di Jalan Lintas Riau –  Sumut Ujung Tanjung dengan Jaminan atau agunan akta Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) lahan tapak rumah miliknya.

banner 325x300

Rahmad Wahyudi didampingi istrinya Ernawati menceritakan  kepada awak media sebelum dana pinjaman dicairkan oleh pihak Bank, oknum pegawai Bank menyampaikan, ketika itu bahwa  syarat permohonan pinjaman nasabah jaminan harus berbentuk Surat Sertifikat Hak Milik (SHM) sebagai agunan.

Karena butuh pinjaman modal usaha, sebesar Rp 250.000.000 juta rupiah , Nasabah Rahmat Wahyudi diminta pihak bank untuk mengurus SKGR miliknya menjadi setingkat SHM,  Saat itu pihak Bank mengarahkan dirinya dan menunjuk Notaris DRR Siahaan SH.M.Kn selaku mitra kerja bank untuk mengurus sertifikat Hak milik nya sebagai agunan dengan kesepakatan biaya pengurusan SHM sebesar Rp 25.000.000,- Juta rupiah .

Setelah terjadi kesepakatan, permohonan pinjaman tersebut, akhirnya pihak  bank mencairkan  pinjaman sebesar Rp 250 juta rupiah pada tahun 2018, dengan angsuran  sebesar Rp 11.837.000 setiap bulan selama jangka waktu 2 tahun ,
” Dengan cairnya  dana tersebut , Saya mengira  SHM  milik saya selesai diurus oleh pihak Notaris, ” Sebut Rahmat Wahyudi.

Dijelaskannya ,  Dugaan penipuan ini diketahuinya setelah pinjaman hutangnya dilunasi pada tahun 2020 lalu, dirinya meminta kepada bank agar agunan atau jaminan miliknya dikembalikan, namun pihak bank selalu banyak beralasan untuk  tidak memberikan surat jaminan atau agunan itu kepada dirinya,

Akibat saya desak  terus  selama dua tahun setelah pelunasan,  Jumat (11/11/2022) pihak Bank baru mengembalikan jaminan atau agunan itu kepada dirinya .Anehnya Jaminan atau agunan yang dikembalikan pihak bank masih tetap SKGR. Ternyata Notaris atau pihak bank tidak bisa membuktikan Sertifikat Hak Milik (SHM) sebagai tanggungan pinjamannya tidak  selesai diurus selama  4 tahun. Sedangkan biaya adminitrasi pengurusan SHM  tersebut saat pencairan  langsung dipotong oleh pihak bank .” ujar Rahmat Wahyudi sambil memperlihatkan bukti print Out rekening koran pemotongan biaya  SHM.

“Atas kejadian itu saya merasa korban penipuan oleh pihak Notaris yang patut diduga bekerja sama dengan oknum pegawai Bank, ” sebutnya .

“Kenapa bisa mengeluarkan pinjaman kalau jaminannya atau Hak Tanggungan sebatas SKGR . Karena sebelumnya pihak Bank mengatakan bisa mengeluarkan pinjaman jika jaminan atau agunan berupa SHM. ” ungkapnya .

“Ernawati istri korban juga menceritakan  merasa heran ,sudah lebih 4 tahun pengurusan surat sertifikat hak milik tapak rumah saya gak selesai , sementara dana sudah diterima sebesar Rp 25 juta rupiah. ” ujarnya dengan kesal menceritakan perbuatan pihak bank dan notaris kepada diri mereka.

Harapan kami pihak notaris maupun  Bank  untuk segera mengembalikan  uang pengurusan maupun pembuatan  SHM tersebut. Jika tidak kami akan laporkan perbuatan ini ke ranah hukum melalui kepolisian .

Ditambahkan nya, Saat pinjaman itu cair,  setiap nasabah di sarankan  ikut masuk asuransi jiwa , dana asuransi  yang dibayar saat itu sebesar 8 juta rupiah selama satu tahun dan pembayaran itu dibayarkan setiap awal tahun, sehingga dana asuransi selama 2 tahun itu ada sekitar Rp 16 Juta Rupiah,” ujarnya

Alasan kewajiban asuransi itu menurut pihak bank kepadanya,  jika terjadi sesuatu hal buruk kepada nasabah meninggal dunia maka dianggap lunas. Namun bila nasabah melunasi hutangnya masih hidup maka dana asuransi akan dikembalikan sesuai jumlah yang dibayarkan ,” sebutnya dengan tegas dan jelas***( Aminuddin)

banner 325x300