Budaya  

H Zukri hadiri Acara Sakral Balimau Sultan di Pelalawan

PELALAWAN – suarafaktual
Masyarakat yang bermukin di sepanjang aliran sungai Kampar Pelalawan, tepatnya di sepanjang wilayah bekas kekuasaan kerajaan Pelalawan mempunyai tradisi yang telah turun temurun dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Perhelatan Balimau Sultan tahun ini cukup ramai dihadiri masyarakat Pelalawan yang memang menjadi agenda rutin saban tahun masyarakat bekas kesultanan Pelalawan ini.

Mandi balimau yang merupakan sebuah tradisi mandi menggunakan jeruk nipis yang berkembang dan diwariskan secara turun temurun, tradisi ini dilaksanakan beberapa hari jelang masuknya bulan suci Ramadhan di mana umat muslim akan menunaikan ibadah puasa.

Tradisi mandi balimau mengandung makna pensucian diri atas salah dan dosa yang dilakukan selama satu tahun, setelah air limau di siramkan di sekujur badan, dimaknai sebagai bersihnya hati dan diri sehingga siap dan khusuk menjalankan ibadah puasa.

Di negeri Melayu Seiya Sekata Kabupaten Pelalawan, tradisi mandi balimau menyambut bulan suci Ramadhan tidak dapat di pisahkan dari kehidupan muslim masyarakat tempatan. Ada tiga Kecamatan yang melaksanakanya dengan besar besaran, menggabungkan budaya dan nilai nilai islami dalam rangkaian kegiatan bersama Lembaga Kerapatan Adat Melayu (LKAM) dan Pemkab Pelalawan.

Pelaksanaannya dilaksanakan di Istana Sayap Kerjaan Pelalawan, masyarakat berkerumun menyaksikan prosesi kegiatan di pinggir Sungai Kampar, lokasi Mandi Balimau Sultan pada Sabtu (5/3/2024).

Biasanya, tradisi ini diiringi dengan Mandi Balimau Kasai bagi masyarakat luas, dikenal Petang Megang, setelah Sultan Pelalawan Assyaidis Syarif Kamaruddin Haroen menyiram kepala pada tetua adat ataupun kepala suku. Balimau Sultan dimulai dari menjemput pewaris Kerajaan Pelalawan oleh sejumlah pengawal berbaju adat. Sultan kemudian diarak untuk melaksanakan salat berjemaah.

Sebelum itu, Sultan Pelalawan mengambil wudu di sebuah telaga yang dikhususkan bagi keluarga kerajaan. Tempat air ini dikenal denganTalago Nago. Usai salat, Sultan Pelalawan memimpin rombongan untuk berziarah ke pemakaman pendahulunya, tak jauh dari masjid. Kemudian dilanjutkan makan bersama dengan tamu undangan dan masyarakat sekitar.

Puncak acara adalah penyiraman air dari akar dan bunga dicampur jeruk nipis kepada kepala suku ataupun tokoh adat. Penyiraman ini sebagai sirat penyucian diri sebelum memasuki Ramadhan.
Setelah itu, Sultan Pelalawan memberikan pepatah-petitih berisi pesan moral dalam beragama dan bermasyarakat. Sultan mengajak masyarakat rajin berbagi antara sesama.

“Selalu beristigfar dan mengaji, perbanyaklah sedekah dan memberi, senantiasalah menghitung diri, dalam puasa jangan menyalah, serahkan diri kepada Allah, mestilah puasa membawa berkah,” kata Sultan Pelalawan kepada peserta Balimau Sultan.

Saling menghormati janganlah lupa jaga persatuan sesama kita,” lanjut Sultan.
Dalam sambutannya.

Bupati Zukri menyampaikan harapannya agar tradisi turun temurun Belimau Sultan di Kecamatan Pelalawan hendaknya dapat terus dilestarikan, karena hal ini merupakan suatu tradisi yang sudah ada sejak lama dilakukan oleh para pendahulu ketika memasuki bulan Ramadhan, dengan niat dan harapan agar kita semua memiliki hati yang bersih, rasa keimanan dan ketaqwaan yang kuat dalam menjalankan ibadah di bulan Suci Ramadhan.

“Belimau Sultan ini adalah tradisi yang harus terus dijaga dan dilestarikan, tidak boleh lekang ditengah panas, tidak lapuk ditengah hujan, dan jangan sampai hilang ditelan bumi. Maka dari itu, tradisi ini harus betul-betul dijaga dan dilestarikan keberadaannya. Untuk itu, dari tahun ketahun harus terus lebih baik, sehingga masyarakat terutama sekali para generasi muda nantinya tertarik untuk melihat, menyaksikan, dan juga menjaga tradisi Mandi Balimau Sultan ini,” terang Zukri.

Bupati Zukti menegaskan, bahwa Pemerintah Kabupaten Pelalawan akan terus menjaga tradisi ini, bahkan berencana menjadikan Pelalawan ini sebagai pusat budaya di Riau, di Indonesia bahkan di dunia.

“InsyaAllah kawasan Istana Sayap  ini, akan ditata kembali oleh Pemerintah Daerah, agar menjadi lebih baik dan menarik, sehingga memiliki daya tarik bagi wisatawan, baik lokal maupun manca negara untuk datang berlibur maupun mempelajari sejarah. Namun semua niat dan rencana  ini butuh dukungan dari kita semua, sehingga apa yang kita niatkan, apa yang kita cita-citakan dikhobulkan oleh Allah SWT,” ujar Bupati.

Zukri menambahkan, bahwa tahun ini Pemerintah Kabupaten Pelalawan akan menjadikan istana sayap sebagai pusat wisata edukasi bagi anak-anak sekolah, akan disediakan bus gratis buat sekolah-sekolah se-Kabupaten Pelalawan yang ingin berwisata ke Istana Sayap.

“Dengan tujuan, agar generasi muda Kabupaten Pelalawan kedepan tidak melupakan sejarah, terutama sekali sejarah mengenai Istana Sayap ini,” kata Bupati Zukri mengakhiri sambutannya.

Sebelum dimulainya ritual potang mogang di seluruh bagian wilayah Kabupaten Pelalawan, prosesi tradisi ritual ini dimulai dari tanah bersejarah, tempat berdirinya kerajaan Pelalawan Istana Sayap di Kelurahan Pelalawan yang dikenal dengan nama Mandi Balimau Sultan. Mandi Balimau Sultan ini merupakan agenda tahunan LKAM Kabupaten Pelalawan. Acara ini dipusatkan tepat disamping Istana Sayap di tepian sungai Rasau Pelalawan.

“Sebagai mana kita ketahui bersama bahwa mandi balimau sultan ini merupakan pembuka mandi balimau diseluruh desa di kabupaten pelalawan makanya mandi balimau sultan lebih awal,” Kata camat Pelalawan Yusman Effendu SE.
Puncak rangkaian acara mandi Balimau Sultan ini pada hari Sabtu (5/2024), rangkaian kegiatan di mulai dengan ziarah ke makam sultan yang berada di k a w a s a n Masjid Hibbah Pelalawan. Kegiatan mandi balimau juga sebagai wadah untuk bersilaturahmi antara masyarakat di Kelurahan Pelalawan, baik yang tinggal di sana maupun yang berada di perantauan. Di hari Madi Balimau itu semua nya pulang ke kampung halaman, membersihkan diri, bermaaf maafan sesama sanak family, handai taulan dan saudara se jiran.

“Kegiatan mandi balimau, untuk membersihkan diri sebelum umat muslim menjalankan ibadah puasa, kegiatan ini juga jadi ajang silaturahmi untuk saling bermaafan masyarakat. Yang di rantau pun pulang untuk mandi balimau bersama,”tambah pria yang biasa dipanggil Gope ini Kegiatan mandi Balimau Sultan dibuka oleh Bupati Pelalawan H Zukri, disana acara puncak itulah masyarakat dan para petinggi negeri ini berbaur dalam satu tradisi. Puncak acara, berbeda dari tahun sebelumnya, yang biasanya Sultan Pelalawan Assayyidis Syarif Kamaruddin Harun menyiramkan air suci perwakilan masyarakat Pelalawan.

Kegiatan Mandi Balimau Potang Mogang ini adalah nilai adat dan budaya yang harus dijunjung tinggi sehingga tidak akan hilang dimakan oleh waktu. Adat yang menjadi kebanggaan ini dapat dilestarikan sehingga bisa memacu tumbuh kembangnya wisata di Kabupaten Pelalawan.

Kabupaten Pelalawan menjadi destinasi wisata halal yang meliputi wisata religi, wisata alam dan eventpariwisata lainnya. Bupati Pelalawan H Zukriberharap agar potensi wisata di Kabupaten Pelalawan tetap lestari sepanjang zaman.

“Tardisi Balimau ini harus kita lestarikan, karena ini event tahunan ini menjadi destinasi wisata religi di Pelalawan,” harapnya. (Adv/………..)