Diduga Kepala Desa Oe’Naek Berhentikan Empat Orang Aparat Perangkat Desa Dengan Tidak Prosedural

Kupang || Suarafaktual.com
Kepala Desa Oe’Naek, Kecamatan Kupang Barat Diduga memberhentikan empat orang aparatnya yang masih berstatus aktif untuk melayani masyarakat secarah tidak prosedural, ke ampat orang perangkat desa yang diberhentikan tersebut yakni, Ketua RW 03, Rw 04 dan ketua RT 01, RT 03.

Yang mana sesuai dengan amanat undang-undang masa kerja dari Aparat tersebut seharusnya selama 3-5 tahun baru diadakan pemilihan secara demokrasi, namun Kepala desa memberhentikan ke-empat orang tersebut hanya sacara sepihak,” jelas salah satu perwakilan dari ke-empat orang tersebut kepada wartawan, yang enggan menyebutkan namanya.

Menurut ke- empat orang tersebut bahwa mereka diberhentikan tanpa alasan yang tepat.

“Kalau memang kami melakukan kesalahan semestinya kami diberikan surat peringatan sebanyak 3 kali baru lakukan pemberhentian, tetapi kepala desa tidak melakukan hal tersebut malah melakukanya secara sepihak. Padahal selama ini kami aktif bekerja namun kami diberhentikan tanpa ada alasan yang tepat, Ini ada apa ?. Kami merasa bingung dengan tindakan yang diambil kepala desa tersebut, yang hanya sepihak, sedangkan waktu yang belum lama ini Camat sudah memperingatkan beliau untuk tidak boleh memecat orang tanpa ada alasan.” ujarnya kepada wartawan pada hari, Rabu (08/02/2023).

Perwakilan dari ke-empat orang tersebut menyebutkan juga bahwa besaran gaji selama ini yang mereka terima hanya Rp.200.000, tetapi Kepala Desa memberhentikan mereka dengan semena-mena.

“Gaji yang saya terima selama ini perbulannya cuma Rp.200.000, tetapi Kepala Desa pecat kami dengan semena-mena, dan tidak menghargai keringat dari kerja saya,” sebutnya

Sementara itu saat media ini konfirmasi Kepala Desa Oe’Naek, Herman Lani, S.Pd, menjelaskan bahwa pemberhentian dari ke-empat orang tersebut tanpa surat peringatan ke 1- 3, namun saat kami rapat kordinasi sudah diperingatkan secara terbuka.

“Iya memang betul bahwa saya memberhentikan ke empat orang tersebut tampa ada surat peringatan tetapi saat kami rapat kordinasi saya sudah kasih peringatan secara terbuka, karena etika dari ke empat orang tersebut kurang bagus. Sedangkan sebagai lembaga pemerintah desa perangkatnya harus beretika dalam melayani masyarakat.” ucapnya.

Herman selaku kepala desa tersebut menambahkan bahwa, “Melayani masyarakat harus menunjukan etika yang baik, Karena itu yang utama untuk menjadi contoh kepada masyarakat. Saya sudah sering ingatkan dalam rapat kordinasi, tetapi ke empat orang itu tidak mengindahkan sampai SK pemberhentian dikeluarkan, namun rencana saya dalam waktu dekat ini saya akan panggil mereka.” katanya

(YM| Ntt )